Oleh Zaenal,SP (BP3K KEC HERLANG
PEMBIBITAN
PENDAHULUAN
Ada beberapa tahapan untuk menanam padi maupun budidaya padi,
langkah-langkanh tersebut perlu kita lakukan untuk mendapat hasil yang
maksimal. Sebelum ditanam, tanaman padi harus disemaikan lebih dahulu.
Pesemaian itu harus disiapkan dan dikerjakan dengan baik, maksudnya agar
diperoleh bibit yang baik, sehingga pertumbuhannya akan baik pula. Beberapa hal
yang harus diperhatikan dalam pembuatan persemaian sebagai berikut:
A. Memilih Tempat
Pesemaian
Tempat
untuk membuat pesemaian merupakan syarat yang harus diperhatikan agar diperoleh
bibit yang baik.
- Tananya harus yang subur,
banyak mengandung humus, dan gembur.
- Tanah itu harus tanah yang
terbuka, tidak terlindung oleh pepohonan, sehingga sinar matahari dapat
diterima dan dipergunakan sepenuhnya.
-
Dekat dengan sumber air terutama
untuk pesemaian basah, sebab pesemaian banyak membutuhkan air. Sedanggkan
pesemaian kering dimaksudkan mudah mendapatkan air untuk menyirami apabila
persemaian itu mengalami kekeringan.
- Apabila areal yang akan
ditanami cukup luas sebaiknya tempat pembuatan pesemaian tidak berkumpul
menjadi satu tempat tetapi dibuat memencar. Hal itu untuk menghemat biaya
atau tenaga pengangkutannya.
B. Mengerjakan Tanah Untuk Pesemaian
Tanah
pesemaian harus mulai dikerjakan kurang lebih 50 hari sebelum penanaman. Karena
adanya dua jenis padi, yaitu padi basah dan ppadi kering, maka tanah pesemaian
juga dapat dibedakan atas pesemaian basah dan pesemaian kering.
• PesemaianBasah
Dalam membuat
pesemaian basah harus dipilih tanah sawah yang betul-betul subur. Rumput-rumput
dan jerami yang masih tertinggal harus dibeersihkan lebih dulu. Kemudian sawah
digenangi air, maksud digenagi air ini agar tanag menjadi klunak,
rumpput-rumputan yang akan tumbuh menjadi mati, dan bermacam-macam
serngga yang dapat merusak bibit mmati pula.
Selanjutnya, apabila tanah sudah cukup lunak lalau dibajak/digaru dua kali atau
tanah menjadi halus. Pada saat itu juga sekaligus dibuat petakan-petakan dan
memperbaiki pematang. Sebagai ukuran dsar luas pesemaian yang harus dibuat
kurang lebih 1/20 dari araeal sawa yang akan ditanamai. Jadi apabila sawwah
yang akan ditanami seluas 1Ha, maka luas pesemaian yang harus dibuat adalah
1/20 x 10.000 m² = 500 m². Adapun biji yang dibutuhkan adalah
kurang lebih 75 gram biji setiap 1 m², atau sebanyak kurang lebih 25 kg.
• Pesemaian Kering
Prinsip pembuatan pesemaian kering sama dengan pesemaian basah. Rumpu-rumput
dan sisa-sisa jerami yang ada harus dibersihkan terlebih dahulu. Tanah
dibolak-balik dengan bajak dan digaru, atau bisa dan halus. juga memakai
cangkul yang terpenting tanah menjadi gembur.
Setelah tanaha menjadi halus, diratakan dan dibuat bedenganbedengan. Adapun
ukuran bedengan sebagai berikut : Tinggi 20 cm, lebar 120 cm, panjang
500-600 cm.
Antara bedengan yang satu dengan yang lain diberi jarak 30 cm sebagai selokan
yang dapat digunakan untuk memudahkan : Penaburan biji, pengairan, pemupukan,
penyemprotan hama, penyiangan, dan pencabutan bibit.
C. Penaburan Biji
Untuk
memilih biji-biji yang bernas dan tidak, biji harus direndam dalam air.
Biji-biji yang bernas akan tenggelam sedangkan yang biji-biji yang hampa akan
terapung. Dan biji-biji yang terapaung bisa dibuang. Maksud perendaman selain
memilih biji yang bernas, biji juga agar cepat berkecambah. Lama perendaman
cukup 24 jam, kemudian bijhi diambil dari rendaman lalu di peram dibungkus
memakai daun pisang dan karung. Pemeraman dibiarkan selama 8 jam.
Apabila biji sudah berkecambah dengan panjang 1 mm, maka biji disebar ditempat
pesemaian. Diusahakan agar penyebaran biji merata, tidak terlalu rapat dan
tidak terlalu jarang. Apabila penyebarannya terlalu rapat akan mengakibatkan
benih yang tumbuh kecil-kecil dan lemah, tetapi penyebaran yang terlalu jarang
biasanya menyebabkan tumbuh benih tidak merata.raan
D.
Pemeliharaan Pesemaian
• Pengairan
Pada
pesemaian basah, begitu biji ditaburkan terus digenangi air selama 24 jam, baru
dikeringkan. Genangan air dimaksudkan agar biji yang disebar tidak
berkelompok-kelompok sehingga dapat merata. Adapun pengeringan setelah
penggenangan selama 24 jam itu dimaksudkan agar biji tidak membusuk dan
mempercepat pertumbuhaan.
Pada
pesemaian kering, pengairan dilakukan dengan air rembesan. Air dimasukan dalam
selokan antara bedengan-bedengan, sehingga bedengan akan terus-menerus
mendapatkan air dan benih akan tumbuh tanpa mengalami kekeringan. Apabila benih
sudah cukup besar, penggenangan dilakukan dengan melihat keadaan. Pada bedengan
pesemaian bila banyak ditumbuhi rumput, perlu digenagi aiar. Apabila pada pesemaian
tidak ditumbuhi rumput, maka penggenangan air hanya kalau memerlukan saja.
• Pengobatan
Untuk menjaga kemungkinan serangan penyakit, pesemaian perlu disemprot dengan
Insektisida 2 kali, yaitu 10 hari setelah penaburan dan sesudah pesemaian
berumur 17 hari.
• Pemupukan
PENGOLAHAN TANAH
A. Cara Mengolah Tanah
Pengolahan
tanah untuk penanaman padi harus sudah disiapkan sejak dua bulan penanaman.
Pelaksanaanya dapat dilakukan dengan dua macam cara yaitu dengan cara
tradisional dan cara modern.
• Pengolahan tanah sawah dengan cara tradisional, yaitu
pengolahan tanah sawa dengan alat-alat sederhana seperti sabit, cangkul, bajak
dan garu yang semuaya dilakukan oleh nusia atau dibantu ooleh binatang
misalnya, kerbau dan sapi.
• Pengolahan tanah sawah dengan cara modern yaitu pengolahaan
tanah sawa yang dilaukan dengan mesin. Dengan traktor dan alat-alat pengolahan
tanah yang serba dapat kerja sendiri.
1. Pembersihan
Sebelum
tanah
sawa
dicangkul harus dibersihkan
lebih dahulu dari jerami-jerami atau rumput-rumput yang ada. Dikumpulkan
di satu tempat atau d ijadikan kompos. Sebaiknya
jangan dibakar,
sebab pembakaran
jerami itu
akan menghilangkan zat nitrogen yang sangat
penting bagi pertumbuhan tanaman.
2. Pencangkulan
Sawah yang akan dicangkul harus digenagi air terlebih dahulu agar tanah
menjjadi lunak dan rumput-rumputnya cepat membusuk. Pekerjaan pencangkulan ini
dilanjutkan pula dengan perbaikan pematang-pematang yang bocor.
3. Pembajakan
Sebelum pembajakan, sawah sawah harus digenangi air lebih dahulu. Pembajakan
dimulai dari tepi atau dari tengah petakan sawah yang dalamnya antara 12-20 cm.
tujuan pembajakan adalah mematikan dan membenamkan rumput, dan membenamkan
bahan-bahan organis seperti : pupuk hijau, pupuk kandang, dan kompos sehingga
bercampur dengan tanah. Selesai pembajakan